makalah proses komonikasi
MAKALAH
INDIVIDU
MANAJAMIN
PEMASARAN
(PROSES
KOMONIKASI)
D
I
S
U
S
U
N
O
L
E
H
S
U
S
U
N
O
L
E
H
Nama :Kholis
NIM :11523123
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI IAIN PONTIANAK
FAKULTAS SYARI’AH DAN EKONOMI ISLAM 2017/2018
KATA PENGANTAR
Alhadulillah, segala puji
bagi allah SWT yang telah mengajarkan kepada manusia apa-apa yang belum di
ketahuinya dan memberikan hidayah dan rahmatNya antara lain berupa kekuatan lahir
dan batin sehingga penulis dapat merampungkan penyusunan makalah ini dengan
segala keterbatasan dan kekurangan.
Penulis menyadari dalam penyusunan makalah ini
masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu saran dan kritikan yang sifatnya
membangun sangat diperlukan penulis demi kesempurnaan penulisan makalah ini
pada masa yang akan mendatang.
Akhir kata dengan segala kerendahan hari penulis
mengucapkan mohon maaf dan terima kasih, semoga makalah ini dapat bermanfaat
bagi kita semua,
Amin............................
Kendari, Maret 2018
Penulis
kholis
DAFTAR ISI
Sampul
Kata
Pengantar..................................................................................................................... I
Daftar
Isi............................................................................................................................. II
BAB
I
a. Latar
Belakang.............................................................................................................. III
b. Rumusan Masalah.......................................................................................................... IV
c. Tujuan
dan Manfaat....................................................................................................... V
a. Tujuan V
b. Manfaat V
BAB II
×
a. Proses
komonikasi................................................................................................ 1
a.
Pembentukan konsep dasar............................................................................................ 2
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar belakang
Komunikasi
adalah proses pengiriman dan penerimaan informasi atau pesan antara dua orang
atau lebih dengan cara yang efektif, sehingga pesan yang dimaksud dapat
dimengerti. Dalam penyampaian atau penerimaan informasi ada dua pihak yang
terlibat yaitu :
1.
Komunikator : Orang / kelompok orang
yang menyampaikan informasi atau pesan
2.
Komunikan : orang atau kelompok orang yang menerima pesan.
Dalam
berkomunikasi keberhasilan komunikator atau komunikan sangat ditentukan oleh
beberapa faktor yaitu : Cakap, Pengetahuan, Sikap, Sistem Sosial, Kondisi
lahiriah. Menurut Lasswell, Effendy (1994:11-19) membedakan proses komunikasi
menjadi dua tahap, yaitu:
1. Proses komunikasi secara primer
Proses
komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran dan atau perasaan
seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang (symbol) sebagai media.
Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah pesan verbal
(bahasa), dan pesan nonverbal (kial/gesture, isyarat, gambar, warna, dan lain
sebagainya) yang secara langsung dapat/mampu menerjemahkan pikiran dan atau
perasaan komunikator kepada komunikan.
Komunikasi
berlangsung apabila terjadi kesamaan makna dalam pesan yang diterima oleh
komunikan. Dengan kata lain, komunikasi adalah proses membuat pesan yang setara
bagi komunikator dan komunikan. Prosesnya sebagai berikut, pertama-tama
komunikator menyandi (encode) pesan yang akan disampaikan disampaikan kepada
komunikan. Ini berarti komunikator memformulasikan pikiran dan atau perasaannya
ke dalam lambang (bahasa) yang diperkirakan akan dimengerti oleh komunikan.
Kemudian giliran komunikan untuk menterjemahkan (decode) pesan dari
komunikator. Ini berarti ia menafsirkan lambang yang mengandung pikiran dan
atau perasaan komunikator tadi dalam konteks pengertian. Yang penting dalam
proses penyandian (coding) adalah komunikator dapat menyandi dan komunikan
dapat menerjemahkan sandi tersebut (terdapat kesamaan makna).
2. Proses komunikasi sekunder
Proses
komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator
kepada komunikan dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua
setelah memakai lambang sebagai media pertama.
Seorang
komunikator menggunakan media ke dua dalam menyampaikan komunikasike karena
komunikan sebagai sasaran berada di tempat yang relatif jauh atau jumlahnya
banyak. Surat, telepon, teleks, surat kabar, majalah, radio, televisi, film,
dsb adalah media kedua yang sering digunakan dalam komunikasi. Proses
komunikasi secara sekunder itu menggunakan media yang dapat diklasifikasikan
sebagai media massa (surat kabar, televisi, radio, dsb.) dan media nirmassa
(telepon, surat, megapon, dsb.).
Dari penjabaran di atas, komunikasi berperan penting bagi kehidupan manusia, karena manusia itu sendiri dikenal sebagai makhluk sosial. Setiap saat pasti manusia di dunia ini melakukan komunikasi, baik itu komunikasi verbal maupun komunikasi non verbal.
Dari penjabaran di atas, komunikasi berperan penting bagi kehidupan manusia, karena manusia itu sendiri dikenal sebagai makhluk sosial. Setiap saat pasti manusia di dunia ini melakukan komunikasi, baik itu komunikasi verbal maupun komunikasi non verbal.
B. Rumusan
masalah
Adapun masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut yaitu:
1.
Apa yang dimaksud dengan komunikasi?
2.
Bagaimana itu komunikasi sosial?
3.
Menjelaskan Komunikasi dan perubahan
sosial ?
C. Tujuan
dan Manfaat
a. Tujuan dari penulisan makalah
1.
Agar kita dapat mengetahui dan mempelajari apa itu komunikasi
2.
Agar kita bias mengerti apa bagaimana itu komunikasi social dan
3.
Mengetahui apa-apa saja yang ada dalam komunikasi itu
b. Manfaat
dari penulisan makalah
Adapaun manfaat dari
penulisan makalah ini, semata-mata hanya untuk kita mempelajari dan mengetahui
serta bias kita mengerti.
BAB II
PEMBAHASAN
Setiap proses
komonikasi dalam tingkat apapun, apakah komonikasi antar pribadi ataupun
komonikasi massa ,akan melibatkan masing-masing elemen komonikasi untuk
menentuka peran dari masing-masing ekemin dalam menentukan evektivitas
komonikasi.
Pada
umumnya studi komonikasi pada masa lalu lebih menekankan pada upaya bagaiamana
membujuk (persuasi) sebagai bentuk efek yang diinginkan. Dengan kata
lain,pengirim pesan berusaha meyakinkan orang untuk melakukan sesuatu atau tidak
melakukan sesuatu. Namun perkembangan mutahir belakangan ini menunjukan
penelitian komonikasi telah semakin luas dalam hal cakupan efek yang
dipelajari. Komonikasi tidak hanya terbatas pada upaya membujuk tetapi juga
upaya memaksa. Setiap proses komonikasi akan melibatkan delapan elemin
komonikasi yang meliputi
1. Sumber
Proses
komonikasi di mulai atau berawal dari sumber (source) atau pengiriman
pesan,yaitu di mana gagasan ,ide atau pikiran berasal yang kemudian akan di
sampaikan kepada pihak lainnya yaitu penerima pesan. Sumber bisa jadi individu,
kelompok atau bahkan organisasi. Sumber mungkin mengetahui atau tidak
mengetahui pihak yang akan menerima pesannya. Seperti yang di ketahui bahwa
sumber adalah elemin pertama dalam proses komonikasi berasal dari sumber saja
terkadang sudah cukup dalam komonikasi, dalam proses komonikasi sumber jadi
faktor utama untuk berkomonkasi dengan pelanggan atau konsumen yang akan di
tuju seperti hal dalam sebuah pasar,di situ banyak sekalin proses komonikasi
sepertin dalam hal menawarkan prodak kepada calon konsumen.proses komonikasi
yang terjadi di pasar bisa jadi proses komonikasi pertama yang ada di dunia
sebelum adanya sosial media,sebelum adanya teknologi seperti sekarang ini
contohnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa walaupun sumber yang kredibel
dapat mempengaruhi proses komonikasi namun dampak sumber terhadap penerima
pesan bervariasi atau situasi kepada situasi lainnya, dari satu topik ketopik
lainnya dan dari satu waktu ke waktu lainnya. Namun demikian, setidaknya sumber
yang memiliki kredibilitas tinggi dapat memebrikan pengaruh kepada penrima
pesan dalam hal daya penerimaan awal dari suatu pesan.
2. Enconding
Dapat
di artikan sebagai kegiatan yang di lakukan sumber untuk menerjemahkan pikiran
dan ide-idenya ke dalam suatu bentuk yang dapat di terima oleh indra. Jika anda
akan mengatakan sesuatu,maka otak dan lidah akan bekerja sama untuk menyusun
kata sehingga proses komonikasi yang di lakukan oleh komoditor dapat berjalan
dengan lancar dan mudah di pahami oleh penerima pesan. Jika anda seorang
sutradra film,maka mungkin anda akan meminta juru kamera untuk mengambil gambar
objek-objek tertentu yang dapat menunjukan imajinasi yang ada di pikiran anda.
Econding
dalam proses komonikasi dapat berlangsung satu kali,namun dapat terjadi
berkali-kali. Dalam percakapan tatap muka, pembicara melakukan econding
terhadap pekiran atau idenya ke dalam kata-kata. Dalam percakapan melalui
telepon, proses econding terjadi dua kali. Pembicara melakukan econding
terhadap pikirannya dan pesawat telepon melakukan econding terhadap gelombang
econding ini berbeda-beda untuk setiap orang. Ada orang yang sangat mahir dalam
mengolah kata sehingga menghasilkan kalimat yang bagus dan mengesankan.
3. Pesan
Ketika
kita berbicara maka kata-kata yang kita ucapkan adalah pesan. Ketika anda menulis
surat atau berkomonikasi langsung dengan pelanggan atau konsumen yang di tuju
maka perlu yang namanya econding yaitu penyusunan kata yang baik dan benar
sehingga mudah di pahami oleh calon konsumen, jika tidak ada yang namanya
penyusunan yang baik dan berkualitas maka tidak mudah di pahami oleh calon
konsumen dan bisa berakibat fatal terhadap komoditor. Adapun beberapa yang
harus di lakukan oleh komoditor harus berpenampilan menarik sopan dan tidak
lupa pula senyum yang harus di utamakan dalam
berkomonikasi.
4. Saluran
atau tempat yang di tuju untuk memasarkan prodak nya
Tempat
merupakan saran utama untuk melakukan proses komonikasi dengan calon
konsumen,seperti contoh nya pasar, pasar adalah tempat bertemu penjual dan
pembeli dimana dapat di lakukan nya sebuah proses komonikasi dengan masyarkat
langsung di situlah ajang untuk komoditor untuk melakukan komonikasi dengan
masyarakat. Tertarik masyarakat terhadap prodak yang di tawarkan tergantung
bagaimana cara komoditor dalam mengolah kata,menyusun kata dengan baik singkat
padat dan mudah di mengerti oleh calon konsumen. Jika tidak dapat berbicara
dengan baik bisa jadi calon konsumen itu pindah ketempat yang lain karna faktor
tidak minat nya konsumen terhadap prodak yang di tawarkan adalah komoditor,
jika komoditor tidak dapat menguasai suasana pada saat itu maka prodak yang
awalnya menarik jadi tidak menarik karna komoditor tidak dapat menguasi
suasana. Ibarat kata komoditor punya peran penting dalam hal proses komonikasi
dengan konsumen.
Seperti kata para ahli komonikasi pada
mulanya berpendapa bahwa komonikasi tatap muka (face-to-face commonication)
atau bisa di sebut juga komonikasi interpersonal sebagai bentuk komonikasi yang
memiliki efek atau pengaruh yang paling kuat ,jika di bandingkan dengan
komonikasi massa,karena komonikasi interpersonal terjadi secara langung,
memungkinkan sejumlah kecil orang untuk hanya dua orang yang sedang berbicara, serta adanya umpan balik
yang bersifat segera. Sedangkan komonikasi segera tidak dapat di lakukan secara
langsung atau bersifat satu arah(linear), melibatkan sejumlah besar orang serta
umpan balik yang tidak bersifat segera.
Namun
perkembangan komonikasi massa menunjukan bahwa pengaruh atau efek
komonkasi massa saat ini sudah sangat sulit di bedaka dengan komonikasi
interpersonal. Umpan balik yang di terima bersifat media sangat cepat sehinggan
pada akhirnya komonikasi interpersonal tak lagi menjadi saingan bagi komonikasi
massa. Untuk sementara ini komonikasi interpersonal tidak lagi di lakukan oleh
anak muda jaman sekarang, karna mereka lebih memilih komonikasi massa di
karnakan komonikasi massa memiliki beberapa manfaat yaitu ; tidak susah payah
dalam mencari barang yang di inginkan,mempermudah masyarkat dalam hal pengiriman
mempermudah masyarakat dalam hal aktivitas,nah di stiulah kalah nya komoniksai
interpersonal dari komonikasi massa. Tidak dapat kita pungkiri lagi memang
betul komonikasi massa saat ini memang sangat di butuh kan oleh orang super
sibuk sehingga tidak ada waktu lagi dalam urusan sepele,ibarat kata komonikasi
massa untuk orang-orang pemalas. Sedangkan komonikasi interpersonal di perlukan
untuk memper erat tali silaturrahmi,bertatap muka langsung,sehingga pada
akhirnya komonikasi interpersonallah yang di rindukan oleh masyarakat.
5. Decoding
Kegiatan
decoding ini dapat di awali dengan proses decoding yang merupakan kegiatan yang
berlawanan arah dengan dengan proses econding. Decoding adalah kegiatan untuk
menerjemahkan kata atau menginterprestasikan pesan-pesan fisik ke dalam suatu
bentuk yang memilik arti bagi penerima.karna komonikasi bisnis melibatkan
orang-orang yang berkomonikasi dengan orang lain dalam lingkungan
organisasi,maka setiap menjadi sumber dari pesan-pesan tersebut.proses
komonikasi ini menjadi lebih rumit karena pada pada kenyataannya setiap sumber
manusia adalah transceiver. Adalah sumber pengiriman dan penerimaan pesan pada
saat yang sama. Seperti contoh pada saat memberikan penerangan ringkas kepada
konsumen selama masa training,konsumen dapat mengerti dari sikap dan eksperesi
wajah yang ada di konsumen.
6. Umpa
balik/umpan depan
Umpan
balik atau (feedback) dan umpan depan feedfroward seringkali melibatkan
kombinasi pesan-pesan verbal dan non
verbal. Umpan balik tersusun berdasarkan informasi berdasarkan pesan yang di
kirim sebelumnya, sedangkan umpan depan merupakan informasi mengenai
pesan-pesan yang yang di kirimkan pada massa datang. Pesan-pesan umpan depan di
susun untuk memberitahukan sesuatu kepada para pendengar mengenai isi pesan
yang akan datang. Umapn depan meliputi
pernyataan verbal, seperti “tunggu sampai anda mendengar hal ini” dan
atau indikator nonverbal.misalnya perubahan suasana hati. Kadang-kadang tanda
kening berkerut merupakan perubahan dalam nada komonikasi.
7. Konteks
Saluran
komonikasi terjadi dalam suatu konteks (context) dari beberapa jenis.konteks
fisik meliputi ruangan,objek nyata,pemandangan,dan sebagiannya. Konsepsi
konteks menurut sosi-psokologis meliputi faktor-faktor,seperti status
orang-orang yang terlibat dalam hubungan komonikasi,peran mereka dan tingkat
kesungguhannya. Dimensi pemilihan wakru
atau tempo suatu konteks meliputi hari hari dan rentetan peristiwa yang
di rasakan yang terjadi sebelum peristiwa komonikasi.
8. Gangguan
Merupakan
sifat yang melekat pada komonikasi. Gangguan mengubah dan mencampuri penerimaan
pesan. Penerimaan pesan ini mungkin berhubungan dengan fisik,psikologis,atau
semantik. Gangguan fisik terdiri atas penglihatan,pendengaran dan suara
eksternal,seperti cetakan buram ,warna-warna yang membingugkan ,suara mesin,dan
sebagainya. Gangguan psikologis terjadi karena adanya prasanhka dan
penyimpangan dalam pikiran pengirim dan/atau penerima. Hal ini meliputi
berbagai variabel antar pesona,misalnya nilai-nilai,sikap,dan opini yang bertentangan.
prinsip dasar komonikasi
Semua
bentuk komonikasi interaksi verbal melibatkan prinsip dasar komonikasi yang
benar-benar harus di pahami
Komonikasi tidak dapat di
hindari,prinsip utama proses komonikasi adalah ‘’komonikasi tidak dapat di
hindari dengan kata lain tidak ada satu hal pun yang bukan merupakan
komonikasi.
DAFTAR PUSTAKA
Prof.
Dr.Yuyun Wirasasmita,M.Sc,(2007). Strategic organization communication (Edisi
ke-2).new york:holt, Rinehrt and winston.
Devito
,j.A(1988).Human commmunication.the
besic course(edisi ke-4).New york :harper &Row
Mehrabian,A.1968
.”communication without word”. Psybology today ,11,53
Yulk,G..1981.leadership
in organization.Englewood cliffs,NJ:prentice Hall.
Komentar
Posting Komentar